Sabtu, 07 November 2015

LAPORAN PRAKTIKUM BOTANI PHANEROGAMAE ”LILIOPSIDA (SUBCLASSIS COMMELINIDAE DAN SUBCLASSIS ZINGIBERIDA”



LAPORAN PRAKTIKUM
BOTANI  PHANEROGAMAE
”LILIOPSIDA (SUBCLASSIS COMMELINIDAE DAN SUBCLASSIS ZINGIBERIDA)”
Dosen Pengampu: Asep Mulyani, M. Pd.



Praktikan:
Dicky Zulkifli
NIM : 14121610741
Kelas : Biologi – C / 4


PUSAT LABORATORIUM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2014


A.    Tujuan Praktikum
1.      Menemukan ciri-ciri khusus spesies tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis Commelinidae dan Zingiberidae.
2.      Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada family-family yang ada dalam Subclassis Commelinidae dan Zingiberidae.

B.     Landasan Teori
      Magnoliophyta atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan generatifnya berupa bunga.Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik (pistilum).putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu karpel atau beberapa karpel yang bersatu.biji terdapat di dalam ovarium. Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida (dicotiledonae) dan liliopsida (monokotiledonae).Liliopsida mempunyai 19 ordo, 65 familia, kurang lebih 50.000 species. (Sudarsono, 2005: 20).
      Liliopsida adalah tumbuhan yang bijinya berkeping tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang secara klasik diajarkan; kelompok yang lain adalah tumbuhan bijinya berkeping dua atau dikotil. Ciri monokotil yang paling khas adalah bijinya tunggal karena hanya memiliki satu daun lembaga,berakar serabut, daun berseling, tumbuhan biji berkeping satu, tulang daun sejajar dan berbentuk pita. Terdapat sekitar 50 ribu hingga 60 ribu jenis yang telah dikenal terdapat 59.300 jenis.Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan) adalah suku yang memiliki anggota terbesar dalam dunia tumbuhan berbunga, dengan 20 ribu jenis.Anggota suku padi-padian (Poaceae atau Graminae) dikenal sebagai suku dengan areal penanaman terluas di dunia karena nilai pentingnya sebagai sumber bahan pangan.Suku-suku lainnya yang tak kalah penting adalah suku pinang-pinangan (Arecaceae atau Palmae), suku bawang-bawangan (Alliaceae), suku temu-temuan (Zingiberaceae), dan suku pisang-pisangan (Musaceae).Banyak juga di antaranya yang dibudidayakan sebagai tanaman hias.(Sudarsono.2005).
1.      Subkelas Commelinidae pada umumnya berupa herba, sagat jarang yang berkayu, daun pertulangan sejajar, duduk daun tersebar atau roset akar, bunga dengan bagian-bagian kelipatan tiga, tidak membentuk sphandiks, biasanya tanpa sphata yang jelas, nectar, stomata, pembuluh, dan endosperm beragam, perianthum terdifferensiasi menjadi sepal dan petal pada beberapa familia perhiasan bunga dapat dibedakan antara kaliks dengan korolla akan tetapi pada beberapa familia perhiasan bunga sangat tereduksi dan tidak kelipatan 3, stamen pada umumnya 3 atau 6 jarang 1, 2 atau banyak, spesies yang perianthumnya tereduksi biasanya terjadi pada spesies yang sudah beradaptasi dengan penyerbukan angin. Tumbuhan ini mempunyai ovarium superior, pembuluh biasanya terdapat pada organ vegetatife.  Subkelas Commmelinidae terdiri atas 7 ordo, 16 familia dan kurang lebih 15.000 spesies.
a.       Familia Commeliniaceae merupakan familia yang habitusnya berupa herba yang memanjat atau tegak, batang sering membengkak pada nodus, daun tunggal, letak tersebar, mempunyai pelepah, urat daun sejajar, bunga umumnya dalam perbungaan simosa, bunga biseksual, simetri daun actinomorf atau zygomorf, kaliks 3 sepal, umumnya sepal, korolla 3 petal lepas, kadang-kadang bertaji atau bersatu dibawah, stamen 6, kadang-kadang ada yang tereduksi, menjadi staminodia, filamen sering berambut, ovarium superum, 3 karpel, 2-3 ruang, 1-beberapa ovula tiap ruang dan buah kapsula.
b.      Familia Cyperaceae merupakan familia yang secara umum berupa terna perenial yang menyukai habitat yang lembab, bahan-bahan seperti umbi dengan geragi yang merupakan alat perkembangbiakan vegetatif, batang segitiga, tidak berongga, dibawah rangkaian bunga biasanya tidak bercabang, daun bangun pita, bertulang sejajar dengan upih yang tertutup, biasanya tersusun sebagai roset akar, bunga kecil tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan berumah satu, jarang berumah dua, tersusun dalam bulir-bulir dengan bunga yang terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung, hiasan bunga tereduksi menjadi sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut jarang mempunyai mahkota bahkan tidak ada, benang sari 3 atau kurang dari 3 dan jarang lebih atau banyak, tangkai sari bebas, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, bakal buah menumpang, biji dengan lembaga yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak.
c.       Familia Poaceae atau Gramineae merupakan familia yang berupa terna anual atau perenial, kadang-kadang berupa herba atau pohon yang tinggi, batang dengan posisi yang bermacam-macam. Daun umumnya terdiri atau helaian, upih, dan lidah-lidah, jarang antara helaian dan upih terdapat tangkai, bunga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal, kecil dan tidak menarik, tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada suku ini disebut “Palea inferior“ kelopak telah berubah menjadi badan yang disebut “Palea superior“ terdiri atas 2 daun kelopak yang berlekatan, berhadapan dengan palea inferior, mahkota terdiri atas 2 daun mahkota ( Jarang 3 ), yang telah berubah menjadi badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan dinamakan “Iodicula“ benang sari 1-6 jarang lebih, biasanya 3, tangkai sari halus, kepala sari beruang 2, biasanya membuka dengan celah membuju, bunga demikian ini disebut bunga semu “Floret“ yang terpisah–pisah atau bersama dengan floret lain, tersusun dalam 2 baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga dalam ketiaknya disebut “Gluma“ satu floret atau lebih dengan gluma membentuk suatu bulir kecil, buah biasanya seperti buah padi “Caryopsis“, yaitu buah dengan 1 biji yang bijinya berlekatan dengan kulit buah, jarang berupa buah keras, biji dengan endosperm.
2.      Subkelas Zingiberidae sebagian besar berupa herba. Daun pada umumnya roset batang. Bunga dalam karangan, seringkali ada braktea yang berwarna. Bunga ada yang biseksual dan ada juga yang uniseksualm ada Hypogin tetapi sebagian besar Epygin. Stamen berjumlah 6 dalam dua lingkaran, tetapi seringkali hanya 5 atau 1 stamen saja yang fungsional sedangkan sisanya steril atau berubah menjadi Stamenodium yang petaloid. Gynoecium tersusun dari 3 karpel, beruang 3 atau kadang-kadang beruang. Subkelas Zingiberidae terdiri atas 2 ordo, 9 familia,dan kurang lebih 3800 spesies. Kedua ordo anggota Zingiberidae yaitu ordo Bromeliales dan ordo Zingiberales. Kedua ordo kurang lebh mempunyai jumlah spsies yang sama akan tetapi ordo Bromeliales hanya terdiri atas satu familia yaitu Bromeliaceae. Ordo Zingiberales mempunyai 8 familia yaitu : Strelitziaceae, Heliconiaceae, Musaceae, Lowiaceae, Zingiberacea, Costaceae, Cannaceae, dan Marantaceae. Famili Streliziacecae, Marantaceae, Lowiaceae, dan Costaceae
a.      Familia Bromeliaceae merupakan tumbuhan terna jarang mempunyai batang yang kokoh kuat, kadang-kadang mirip rumput, bunga banci karena adanya reduks, kadang-kadang berkelamin tunggal, aktinimorf atau zigomorf, berbilangan 3 jarang berbilangan 2, mempunyai 2 lingkaran hiasan bunga yang sama, kadang-kadang hiasan bunga dapat dibedakan  dalam kelopak dan mahkota.Benang sari dalam 2 lingkaran, jumlahnya sering berkurang, kadang-kadang hanya terdapat satu benang sari. Bakal buah dengan bakal biji yang atrop atau anatrop, buah dengan biji yang mempunyai endosperm bertepung.
b.      Familia Musaceae merupakan kelompok tumbuhanterna yang besar, sering dengan batang semu yang terdiri atas upih daun yang balut membalut,dengan daun yang lebar,bangun jorong atau memanjang,ibu tulang tebal,beralur di sisi atasnya,jelas berbeda dari tulang-tulang cabangnya yang menyirip.Bunga banci atau berkelamin tunggal, zigomorft, tersususn dalam sinsiunus yang terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar dan berwarna menarik.
c.       Heliconiaceae adalah salah satu suku anggota tumbuhan berbunga. Merupakan tumbuhan tahunan, batang semu, tingginya 1-2.5 m. daun tersusun dalam dau baris pada sisi yang berlawanan. Bunga majemuk dalam satu sumbu dengan bunga yang tersusun dalam dua baris pada sisi yang berlawanan (cincinni), sumbunya berwarna kuning atau oranye. Tumbuhan ini biasanya digunkan untuk tanaman hias dan daunnya untuk pembungkus.
d.      familia Zingiberacea merupakan kelompok tanaman herba berbatang semu, berdaun lebar dengan pelepah daun yang membungkus batang, namun beberapa spesies diantaranya ada yang mencapai tinggi hingga 8 meter. Semua kelompok dari tanaman ini memiliki batang yang berasal dari rizom yang tumbuh horisontal di bawah tanah yang memiliki akar dan daun.dengan bunga yang beruma satu.
e.       Familia Cannaceae merupakan tumbuhan terna besar-besar, perenial, dalam tanah mempunyai rimpang yang tebal seperti umbi. Daun pada batang diatas tanah, besar, lebar, bertulang menyirip dengan ibu tulang yang nyata, tangkai daun pada pangkal melebar menjadi upih. Bunga banci, zigomorf atau lebih sering asimetrik, besar dengan warna cerah dan menarik, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan atau malai. Hiasan bunga terdiri atas kelopak dan mahkota, masing-masing berbilangan 3, daun-daun kelopak bebas tersusun seperti genting, daun-daun mahkota berlekatan pada pangkalnya. Buah dengan kelopak yang tidak gugur dibagian atasnya, berupa buah kendaga yang membuka dengan rusaknya dinding yang kemudian menjadi kasap berbenjol-benjol. Biji banyak, bulat, endosperm keras, dan lembaga kecil.

C.      ALAT DAN BAHAN
1.      Alat :
a.       Buku
b.      Alat tulis
2.      Bahan :
a.       Famili Commelinaceae : Rhoea discolor
b.      Famili Cyperaceae : Cyperus rotundus (Rumput Teki)
c.       Famili Poaceae : Oryza sativa (Padi) dan Zea mays (Jagung)
d.      Famili Bromeliaceae : Ananas sativus (Nanas)
e.       Famili Musaceae : Musa paradisiaca (Pisang Ambon)
f.       Famili Heloceniaceae : Heliconia metalica (Pisang Hias)
g.      Famili Zingiberaceae : Alpinia galanga (Lengkuas / Laos / Laja)
h.      Famili Cannaceae : Canna edulis (Ganyol)

D.      Prosedur Kerja
1.      Setiap tumbuhan di amati habitusnya, pola percabangannya, dan bentuk penampang melintangnya.
2.      Daun dari setiap tumbuhan di amati dalam hal filotaksis, pertulangan, bentuk serta tepian daunnya.
3.      Bunga dari setiap spesies tumbuhan di amati dan dibandingkan komposisinya, jenis karanagn bunganya, dan simetri bunganya.
4.      Diamati perhiasan dan alat kelamin bunga, yaitu: corolla, calyx, perigonium, stamen dan pistilum.
5.      Bagian-bagian tumbuhan yang diamati di gambar dan hasil pengamatan di tuliskan pada lembar pengamatan.

E.       Hasil Pengamatan



F.     PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan mengenai kelas liliopsida pada subklasis commelinidae dan subkkelas zingiberidae, dapat diketahui struktur morfologi dari beberapa spesies tumbuhan yang diamati. Spesies tumbuhan yang diamati antara lain adalah : Nanas (Ananas sativus), Teki (Cyperus rotundus), Ganyol (Canna edulis), Jagung (Zea mays), Rhoea discolor, Pisang ambon (Musa paradisiaca), Padi (Oryza sativa),  Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga) dan Heliconia metalica (Pisang Hias).
Berdasarkan hasil pengamatan, Musa paradisiaca (Pisang) termasuk ke dalam ordo zingiberales, famili musaceae.
Berikut ini klasifikasi berdasarkan Cronquist:
Kingdom                     : Plantae
Divisio                         : Magnoliophyta
            Classis                         : Liliopsida
            Sub classis                   : Zingiberidae
            Ordo                            : Zingiberales
            Familia                        : Musaceae
            Genus                          : Musa
            Species                        : Musa paradisiaca L.
Merupakan tanaman yang berhabitus herba yakni tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu, dengan periodesitas annual, tapak dara mempunyai sistem perakaran yang serabut. Batangnya memiliki percabangan yang monopodial yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan segi penampang tumbuhan ini berbentuk bulat atau silindris, dan arah tumbuh batangnya adalah tegak lurus. Bentuk dari batangnya berbentuk bulat silinder berbuku-buku dengan permukaan yang kasar dan berbuku-buku yang biasanya batang pada pisang terletak di dalam tanah, sedangkan yang muncul dipermukaan bukanlah batang pisang melainkan kumpulan dari pelepah-pelepah pisang. (Undang Dasuki. 1992)
 Pisang ini memiliki daun tunggal namun lengkap, yaitu terdiri atas helaian, upih dan tangkai daun, adapun filotaksisnya yaitu roset akar yaitu jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat dengan akar. Bentuk daunnya memanjang, memiliki pertulangan daun sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan bertemu lagi pada ujung daun., tipe daunnya entire atau rata , dengan ujung daun berbelah atau emarginate dan pangkal  daunnya berpelepah. (Undang Dasuki. 1992)
 Memiliki bunga majemuk, bunga-bunganya terdapat  dalam ketiak spatha (racemes), dengan simetri bunga zygomorf yaitu hanya dapat dibagi oleh satu bidang simetri. Tenda bunga atau Perigoniumnya berjumlah  6 ; 1 lepas, 5 bersatu. Memiliki Stamen 5, kadang-kadang ada 1 staminodium dan distribusi seksualnya yaitu monoecious bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak, dengan biji sebagai alat perkembangbiakannya. Bagian lain yang dimiliki tumbuhan ini yaitu memiliki jantung pisang dan brakhtea yang berwarna putih. (Gembong Tjitrosoepomo. 2007)

Hasil pengamatan Heliconia metalica (Pisang hias), termasuk ke dalam ordo zingiberales famili Heliconiaceae.
Berikut ini klasifikasi berdasarkan Cronquist:
Kingdom                     : Plantae
Divisio                         : Magnoliophyta
            Classis                         : Liliopsida
            Sub classis                   : Zingiberidae
            Ordo                            : Zingiberales
            Familia                        : Heliconiaceae
            Genus                          : Heliconia
            Species                        : Heliconia metalica
 Tumbuhan ini berhabitus perdu yaitu tumbuhan berkayu, tidak pernah tinggi, tidak mempunyai pokok batang utama, tetapi mempunyai beberapa batang yang kurang lebih sama besar yang berasal dari percabangan dekat ke tanah, dengan percabangan monopodial yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan segi penampang tumbuhan ini berbentuk bulat atau silindris sampai berdiameter sekitar 1 meter, dengan bentuk penampang bulat. Memiliki daun tunggal namun lengkap, yaitu terdiri atas helaian, upih dan tangkai daun, adapun filotaksisnya yaitu roset akar yaitu jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat dengan akar. Bentuk daunnya bulat telur lanset, memiliki pertulangan daun sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan bertemu lagi pada ujung daun, tipe daunnya entire atau rata, dengan ujung daun lancip dan pangkal  daunnya tumpul berpelepah. (Undang Dasuki. 1992)


 Heliconia metallica ini memiliki bunga majemuk, dengan simetri bunga aktimorf yaitu dapat dibagi oleh banyak bidang simetri, dengan bentuk mahkota (Corolla) angulatus dan banyak, stamen poliadelfus bersatu dalam lebih dari dua ikatan. Memiliki pistillum satu buah, dan distribusi seksualnya mono monoecious bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu individu, pada perbungaan yang sama atau tidak, dengan biji sebagai alat perkembangbiakannya. Memiliki brakhtea yang berwarna orange. (Gembong Tjitrosoepomo. 2007)
Cyperus rotundus (rumput teki) termasuk ke dalam subkelas Commeliniidae famili Cyperaceae. Berikut ini klasifikasinya:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Liliopsida
SubKelas         : Commeliniidae
Ordo                : Cyperales
Famili              : Cyperaceae
Genus              : Cyperus
Spesies            : Cyperus rotundus
Tumbuhan ini berhabitus terna atau herba, yaitu tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu, dengan percabangan simpodial yaitu kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, yang sudah tentu setelah berbungan akan mati. Sementara itu, pertumbuhan dari tumbuhan tersebut hanya bisa dilakukan oleh kuncup aksila, dengan percabangan monopodial yaitu yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan bentuk segi penampang batangnya triangular, dapat berbentuk segitiga berwarna hijau dan licin. (Undang Dasuki. 1992. hlm. 4 dan 14)
Memiliki macam daun tunggal, dengan filotaksis spiral, memiliki bentuk daun pita (linearis), dengan memiliki pertulangan daun sejajar (rectinervis) yaitu tiga atau lebih urat daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan bertemu lagi pada ujung daun. Tepi daunnya rata (entire), dengan ujung daun lancip (kuneatus) dan pangkal daun dekuren. Memiliki bunga majemuk, dengan karangan bunga malai yaitu bercabang beberapa kali, baik rasemosa atau simosa. Memiliki banyak benang sari dan putik, juga memiliki pelindung bunga. (Undang Dasuki. 1992)
Adapun manfaat dari tumbuhan ini yaitu, pada umumnya yang digunakan sebagai bahan obat adalah bagian umbi yang telah dibersihkan dari serabut yang melekat. Dalam keadaan segar, umbi dimemarkan dan dibubuhkan ke dalam minuman sebagai obat busung air, kencing batu. Air rebusan umbi umumnya digunakan sebagai pengatur haid, menyembuhkan keputihan.6) Juga bersifat sebagai penenang, antispasmodik, melunakkan feses dan mempercepat pembekuan darah pada luka baru.
Hasil perngamatan Curcuma domestica ini termasuk ke dalam famili zingiberaceae.
Berikut ini klasifikasi berdasarkan Cronquist:
Kingdom                     : Plantae
Divisio                         : Magnoliophyta
            Classis                         : Liliopsida
            Sub classis                   : Zingiberidae
            Ordo                            : Zingiberales
            Familia                        : Zingiberaceae
            Genus                          : Curcuma
            Species                        : Curcuma domestica
              Habitus dari Curcuma domestica ini yaitu berupa terna atau herba, yaitu tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu, dengan percabangan simpodial yaitu kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, yang sudah tentu setelah berbungan akan mati. Sementara itu, pertumbuhan dari tumbuhan tersebut hanya bisa dilakukan oleh kuncup aksila, dengan percabangan monopodial yaitu yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan segi penampang tumbuhan ini berbentuk bulat atau silindris sampai berdiameter sekitar 1 meter, dengan bentuk penampang bulat atau silindris dan pipih. (Undang Dasuki. 1992)
Memiliki macam daun yang tunggal lengkap memiliki pelepah, tangkai dan daun. Dengan filotaksis roset akar yaitu jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat dengan akar. Bentuk daun memanjang, dengan pertulangan daun sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan bertemu lagi pada ujung daun. Tepi daunnya rata (entire), dengan ujung daun atenuatus-akuminatus dan pangkal daunnya runcing berpelepah. (Undang Dasuki. 1992)
Perbungaan terminal atau pada tangkai khusus, pendek keluar dari rizoma; menyerupai spika/kapitulum, mamiliki braktea, corolla 3 korola, calyx 3, dan calix bersatu membentuk tabung. Ovarium inferus, 3 karpel, 3 ruang. Stilus dalam celah filamen, ujung stilus antara theca dari antheraStamen 6 (1 tereduksi, 2 staminodium, 2 labelum, 1 fertil.).
Adapun manfaat kunyit yaitu melancarkan darah dan vital energi, menghilangkan sumbatan, meluruhkan kentut dan haid, anti radang (anti-inflamasi), mepermudah persalinan, antibakteri, memperlancar pengeluaran empedu (kolagogum), emerangsang semangat, mengurangi rasa lelah, antikejang, serta antioksidan. Juga mmpunyai rasa agak pahit, sedikit pedas, berbau khas aromatik, bersifat sejuk, dan tidak beracun. Bahan kimia yang terkandung di dalam kunyit diantaranya caffeic acid.
Pengamatan terakhir Oryza sativa, termasuk ke dalam subkelas Commeliniidae famili Poaceae. Berikut ini klasifikasinya:
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Magnoliophyt
Kelas               : Liliopsida
SubKelas         : Commeliniidae
Ordo                : Poales
Famili              : Poaceae
Genus              : Oryza
Spesies            : Oryza sativa
Berdasarkan hasil pengamatan, Oryza sativa ini berhabitus herba tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu, dengan percabangan simpodial yaitu kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, yang sudah tentu setelah berbungan akan mati. Sementara itu, pertumbuhan dari tumbuhan tersebut hanya bisa dilakukan oleh kuncup aksila, dengan percabangan monopodial yaitu yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan segi penampang tumbuhan ini berbentuk bulat atau silindris sampai berdiameter sekitar 1 meter, dengan bentuk penampang bulat atau silindris.
Memiliki macam daun yang tunggal, dengan filotaksis roset akar yaitu jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat dengan akar. Bentuk daun pita, dengan pertulangan daun sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan bertemu lagi pada ujung daun. Tepi daunnya rata (entire), dengan ujung daun atenuatus-akuminatus dan pangkal daunnya rata berpelepah.Memiliki buah berbentuk bulir, dan tentunya memiliki banyak sekali manfaat. Diantaranya yaitu sebagai bahan pokok makanan, sumber karbohidrat, dll.
Pengamatan yang selanjutunya yaitu pada nanas atau Ananas comosus Klasifikasinya yaitu
Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Kelas               : Angiospermae
Ordo                : Bromeliales
Famili              : Bromiliaceae
Genus              : Ananas
Species            : Ananas comosus
Morfologi nanas terdiri dari beberapa bagian. Bagian-bagian  tanaman  nanas  antara  lain  adalah  daun,  batang, mahkota, tunas tangkai buah (slip), tunas yang muncul dari ketiak daun di batang (shoot), tunas yang muncul dari batang di bawah permukaan tanah (sucker), dan akar. Nanas  merupakan  tanaman  herbal  yang  dapat  hidup dalam  berbagai musim.  Tingginya  50-150  cm,  terdapat  tunas  merayap  pada  bagian pangkalnya. Daun berkumpul pada roset akar dan pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri temple yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih berwarna hijau atau hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya  terminal  dan  bertangkai  panjang.  Buahnya  bulat  panjang, berdaging  berwarna  hijau  jika  masak  warnanya  menjadi  kuning.  Buah nanas  rasanya  enak,  asam  sampai  manis.  Bijinya  kecil,  seringkali  tidak jadi.
Munculnya  daun  yang  baru  rata-rata  satu  dalam  seminggu. Pada  mulanya  pertumbuhan  daun  lebat,  setelah  berapa  lama  menjadi cepat. Pada fase pertumbuhan vegetatif, panjang daun terus meningkat sampai  mencapai  maksimum  sejalan  dengan  bertambahnya  umur tanaman. Daun  tumbuh  dari  bagian  batang  dengan  susunan  spiral, menuju keatas dengan putaran ke kanan atau ke kiri. Lebar  daun  dapat  mencapai  6  cm, dan  panjang  mencapai 90 cm. Daun terpanjang umumnya terletak sedikit agak ke atas dari bagian tengah batang. Ujung daun memanjang dan runcing. Pemukaan daun berwarna hijau tua, sampai dengan merah tua bergaris atau coklat kemerahan. Sedangkan bagian bawah daun berwarna keperakan. Batang  pendek  dan  tertutup  oleh  daun-daun  dan  akar.  Batang berbentuk  gada  panjang  berkisar  antara  20-30  cm.  Diameter  batang bawah berkisar antara 2-3,5 cm, dibagian atas antara 5,5-6,5 cm, dan dibagian puncak mengecil. Batang  beruas-ruas  pendek  yang  terlihat  bila  daun-daun dilepas.  Panjang  ruas  bervariasi  antara  1-10  mm. Ruas  yang  lebih panjang terletak di bagian tengah.
Akar  nanas  dapat  dibedakan  menjadi  akar  tanah  dan  akar samping,  dengan  sistem  perakaran  yang dangkal  dan  terbatas. Kedalaman  perakaran  pada  media  tumbuh  yang  baik  tidak  lebih dari  50  cm,  sedangkan  ditanah  biasa  jarang  mencapai  kedalaman 30 cm. Akar  tumbuh  dari  buku  batang,  kemudian  masuk  kedalam ruang antara batang dengan daun. Bentuk akar menjadi lebih pipih dan melingkar  (membelit  batang)  karena  akar  dalam  keadaan  terjepit. Akar-akar  cabang  tumbuh  setelah  akar  adventif  dapat  keluar  dari ruangan antara batang dan daun.Nanas  mempunyai  rangkaian  bunga  majemuk  pada  ujung batangnya.  Bunga  bersifat  hermaprodit  berjumlah  100-200,  masingmasing  berkedudukan  di  ketiak  daun  pelindung.  Jumlah  bunga membuka  setiap  hari,  berjumlah  5-10  kuntum.  Pertumbuhan  bunga dimulai  dari  bagian  dasar  menuju  bagian  atas  memakan  waktu 10-20 hari. Waktu dari tanam sampai bunga sekitar 6-16 bulan.Buah  nanas  merupakan  buah  majemuk  yang  terbentuk  dari gabungan  100-200  bunga.  Buah  majemuk  umumnya  membentuk sebuah gada besar, bulat panjang atau bulat telur, Pada  tanaman  nanas  dikenal  tiga macam  tunas  yaitu  tangkai buah (slip), tunas yang muncul dari ketiak daun di batang (shoot), dan tunas  yang  muncul  dari  batang  di  bawah  permukaan  tanah  (sucker). Tunas-tunas tersebut dapat digunakan untuk perbanyakan tanaman.
Pengamatan yang keempat yaitu mengamati tumbuhan Jagung (Zea mays). Berikut klasifikasinya :
Divisio             : Magnoliophyta
Kelas              : Liliopsida
Subkelas          : Commelinidae
Ordo               : Cyperales
Famili              : Poaceae
Genus             : Zea
Species            : Zea mays
Jagung (Zea mays) merupakan tumbuhan yang memiliki habitus berupa herba dengan pola percabangan monopodial  dan bentuk penampang silindris atau bulat. Daun jagung merupakan daun tunggal yang latk daunnya tersebar.Daun jagung memiliki daun yang berbentu pita melebar yang dipenuhi denga linear (garis-garis) denga pertulangan daun yang sejajar atau parallel.Daun jagung memiliki tepi daun yang rata atau entire dengan ujung daun yang berbentuk runcing atau akuminatus dan pangkal daun yang berbetuk tumpul atau obtuse.Bunga jagung merupakan bunga majemuk yang karangan bunganya rasemosa.Bunga jagung memiliki simetri bunga aktinomorf.Pada perhiasan bunga jagung hanya terdapat perigonium karena antara mahkota bunga dan kelopak bunga tidak dapat dibedakan.Alat kelamin bunganya berupa stamen dan pistillum.Terdapat  lemma dan palea dalam floret yang didalam floretnya terdapat pula rambut-rambut halus. Lemma dan palea adalah bagian tambahan yang membungkus benang sari dan putik, sehingga berfungsi sebagai pelindung benang sari dan putik.Pada bagian pangkal dari karangan bunga terdapat gluma. Jagung merupakan tumbuhan yang distribusi seksnya monoceus atau berumah satu akan tetapi uniseksual. Artinya alat kelamin jantan dan alat kelamin betinanya terpisah karena memiliki bunga masing-masing atau tidak dalam satu bunga.Bunga jantan berfungsi sebagai benang sati dan bunga betina berfungsi sebagai putik.
Jagung merupakan salah satu spesies tumbuhan yang termasuk pada subkelas Commelinidae. Jagung merupakan tumbuhan yang  kaya akan lemak nabati sehingga sering diolah untuk diambil minyaknya yang merupakan sumber asam lemak omega-6 yang bermanfaat dalam proses pertumbuhan anak, menjaga kesehatan kulit, mencegah penyakit jantung, dan stroke. Selain mengandung serat yang pentin untuk menurunkan kadar kolesterol jagung juga kaya akan asam folat yang berperan menurunkan kadar homosistein dalam pembuluh darah. Homosistein merupakan suatu jenis asam amino yang bila kadarnya meningkat dalam darah dapat merusak pembuluh darah sehingga meningkatkan serangan jantung dan stroke.Asam folat juga bermanfaat untuk mencegah kerusakan otak bayi saat kelahiran karena itu pada ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi jagung. Jagung merupakan sumber thiamin (vitamin B1) yang sangat penting bagi kesehatan sel otak dan fungsi kognitif sebab thiamin dibutuhkan untuk membentuk acetylcholine yang berfungsi memaksimalkan komunikasi antar sel otak dalam proses berpikir dan konsentrasi jika kadar zat ini menurun maka akan menyebabkan pikun dan  penyakit Alzheimer. Jagung juga mengandung asam pentotenat (vitamin B5) yang berperan dalam proses metabolisme karbohidrat, protein dan lemak untuk diubah menjadi energi.





                        Pengamatan yang selanjutnya yaitu pada tanaman Rhodiscolor,
            Klasifikasinya yaitu
Divisio : Magnoliophyta
Kelas   : Liliopsida
Subkelas: Commelinidae
Ordo    : Commelinales
Famili  : Commelinaceae
Genus  : Rhoea
Species : Rhoea discolor
 Habitatnya Semak dengan tinggi 40-60 cm, sedangkan Batangnya yaitu Kasar, pendek, arah tumbuh tegak lurus (erectus), warna coklat,Sifat batang basah (herbaceus), berdasarkan panjang umurnya merupakan tumbuhan muda (annuus), bentuk batang bulat (teres),sifat permukaan batang memperlihatkan bekas-bekas daun
Daun tunggal, bangun daun seperti pedang (ensiformis),ujung daun runcing (acutus), pangkal daun rata (truncatus) memeluk batang,tepi daun rata (integer), panjang daun 25-30 cm, lebar 3-6 cm,daging daun tipis lunak (herbaceous),permukaan daun licin suram (laevis opacus),tulang daun sejajar (rectivernis),permukaan atas daun hijau, permukaan bawah daun merah kecoklatan Bunga : Majemuk, bentuk mangkok, tumbuh di ketiak daun,terbungkus kelopak seperti kerang, benang sari silindris,bunga banyak, warna putih, kepaia putikkuning, mahkota bentuk segitiga, tiga lembar, putih.Akarnya Serabut, kecoklatan Biasa ditanam orang sebagai tanaman hias, tumbuh subur di tanah yang lembab. Termasuk anggota suku gawar-gawaran, berasal dari Meksiko dan Hindia Barat. Tinggi pohon 40 - 60 cm, batang kasar, pendek, lurus, tidak bercabang. Daun lebar dan panjang, mudahpatah,warna daun di permukaan atas: Hijau, dan di bagian bawah berwarna merah tengguli.Panjang daun + 30 cm, lebar 2,5 - 6 cm. Bunga berwarna putih, berbentuk bunga kerang
Pengamatan kedelapan yaitu mengamati tanaman Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga). Berikut klasifikasinya :
Divisio : Magnoliophyta
Kelas   : Liliopsida
Subkelas: Zingiberidae
Ordo    : Zingiberales
Famili  : Zingiberaceae
Genus  : Alpinia
 Species: Alpinia galanga
Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga) merupakan tumbuhan yang memiliki habitus berupa herba dengan pola percabangan monopodial dan segi penampang batang bulat atau silindris.Daun Alpinia galanga merupakan daun tunggal yang letak daunnya roset akar dengan pertulangan daun yang menyirip. Daun Alpinia galanga  berbentuk lanset dengan tepi daun yang rata atau entire. Ujung daun Alpinia galanga berbentuk meruncing atau akuminatus dan pangkal daun yang bentuknya berpelepah.Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai.Jumlah bunga di bagian bawah lebih banyak daripada di bagian atas tangkai, dan berbentuk piramida memanjang.Kelopak bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan.Mahkota bunganya yang masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih, dan bawahnya berwarna hijau.
Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga) merupakan salah satu spesies tumbuhan yang termasuk pada subkelas zingiberidae. Lengkuas banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,  Selain dimanfaatkan untuk bumbu masakan ternyata lengkuas bias juga dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. Bagian dari lengkuas yang sering dimanfaatkan adalah bagian rimpang-nya.Adapun beberapa manfaat dari lengkuas untuk kesehatan antara lain adalah :Obat Gosok Perut, Penyakit Kulit, Rematik, Sakit Kepala, nyeri dada, dan menguatkan lambung.
G.    KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan pada spesies tumbuhan subkelas Commelinidae dan subkelas Zingiberidae, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Musa paradisiaca Merupakan tanaman yang berhabitus herba yakni tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu, dengan periodesitas annual, tapak dara mempunyai sistem perakaran yang serabut.
2.      Pisang hias memiliki daun tunggal namun lengkap, yaitu terdiri atas helaian, upih dan tangkai daun, adapun filotaksisnya yaitu roset akar yaitu jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat dengan akar.
3.      Cyperus rotundus Memiliki macam daun tunggal, dengan filotaksis spiral, memiliki bentuk daun pita (linearis), dengan memiliki pertulangan daun sejajar.
4.      Curcuma domestica memiliki macam daun yang tunggal lengkap memiliki pelepah, tangkai dan daun. Dengan filotaksis roset akar yaitu jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat dengan akar.
5.      Berdasarkan hasil pengamatan Oryza sativa ini berhabitus herba tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu.
6.      Nanas memiliki bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, letaknya  terminal  dan  bertangkai  panjang.  Buahnya  bulat  panjang, berdaging  berwarna  hijau  jika  masak  warnanya  menjadi  kuning. 
7.      Jagung (Zea mays) merupakan tumbuhan yang memiliki habitus berupa herba dengan pola percabangan monopodial  dan bentuk penampang silindris atau bulat.
8.      Rhoea discolor Daun tunggal, bangun daun seperti pedang (ensiformis),ujung daun runcing (acutus), pangkal daun rata (truncatus) memeluk batang,tepi daun rata (integer).
9.      Ujung daun Alpinia galanga berbentuk meruncing atau akuminatus dan pangkal daun yang bentuknya berpelepah.Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai


  
PERTANYAAN DAN JAWABAN

1.      Tuliskan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada Subclassis Commenilidae dan Subclassis Zingiberidae?
JAWAB : Ciri khusus dari tumbuhan yang termasuk pada subclassis Commelinidae pherantiumnya terdeferensiasi menjadi sepal dan petal, dimana pada beberapa family menjadi tereduksi, dan pada subclassis Zingiberidae mempunyai karaktersitik perianthiumnya berkembang dengan baik, dimana dengan sepal yang biasanya berdiferensiasi menjadi petal.
2.      Jelaskan persamaan dari Cyperaceae dan Poaceae?
JAWAB : Famili Cyperaceae dan Poaceae memiliki kesamaan pada bentuk daunnya yang garis.
3.      Apa perbedaan spikelet dan floret?
JAWAB : Perbedaan dari spiket dan floret adalah, dimana floret bentuk pada daun yang menggaris sedangkan spiket adalah bagian dari floret atau garis-garis daunnya.
4.      Apa persamaan Musaceae dan Heliconaceae?
JAWAB : Persamaan family Musaceae dan Heliconiaceae adalah sama-sama mempunyai daun yang berbentuk pelepah.
5.      Jelaskan kekhasan Canna indica?
JAWAB : Kekhasan dari Canna indica adalah pada bunganya yang mempunyai warna yang menarik.
6.      Tuliskan dan jelaskan spesies tumbuhan anggota Sub kelas Zingiribidae yang berperan sebagai bumbu dapur sekaligus obat ?
JAWAB :Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga) merupakan salah satu spesies tumbuhan yang termasuk pada subkelas zingiberidae. Lengkuas banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,  Selain dimanfaatkan untuk bumbu masakan ternyata lengkuas bias juga dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. Bagian dari lengkuas yang sering dimanfaatkan adalah bagian rimpang-nya.Adapun beberapa manfaat dari lengkuas untuk kesehatan antara lain adalah :Obat Gosok Perut, Penyakit Kulit, Rematik, Sakit Kepala, nyeri dada, dan menguatkan lambung






























DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada               University Press
Dasuki Undang. 1992. Penuntun Praktikum Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung:          Pusat Antar Universitas. ITB
Tjitrosoepomo, Gembong. 2007. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta).Yogyakarta:       Gajah Mada University Press.
Anonim: http://id.wikipedia.org/wiki/kunyit. Diakses pada 17 Mei 2014, 19:00
Anonim:http://www.scribd.com/doc/49522812/morfologi-tumbuhan-keluarga        orchidaceae. Diakses pada 17 Mei 2014, 19:00













Tidak ada komentar:

Posting Komentar