LAPORAN
PRAKTIKUM
BOTANI PHANEROGAMAE
”LILIOPSIDA (SUBCLASSIS
COMMELINIDAE DAN SUBCLASSIS ZINGIBERIDA)”
Dosen
Pengampu: Asep Mulyani, M. Pd.
Praktikan:
Dicky
Zulkifli
NIM
: 14121610741
Kelas
: Biologi – C / 4
PUSAT
LABORATORIUM
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI
CIREBON
2014
A.
Tujuan
Praktikum
1.
Menemukan ciri-ciri khusus spesies
tumbuhan yang termasuk pada divisi Magnoliophyta khususnya Subclassis
Commelinidae dan Zingiberidae.
2.
Membedakan ciri-ciri khusus tumbuhan
yang termasuk pada family-family yang ada dalam Subclassis Commelinidae dan
Zingiberidae.
B. Landasan Teori
Magnoliophyta
atau angiospermae merupakan kelompok tumbuhan yang alat perkembangbiakan
generatifnya berupa bunga.Alat reproduksi jantan dihasilkan dalam stamen yang
berjumlah satu atau banyak sedangkan alat reproduksi betina berupa putik
(pistilum).putik ada yang hanya tersusun dari satu daun buah (karpel) tetapi ada
juga yang terbentuk dari karpel. Ovarium mungkin hanya terbentuk dari satu
karpel atau beberapa karpel yang bersatu.biji terdapat di dalam ovarium.
Divisio magnoliophyta terdiri atas atas dua kelas yaitu magnoliopsida
(dicotiledonae) dan liliopsida (monokotiledonae).Liliopsida mempunyai 19 ordo,
65 familia, kurang lebih 50.000 species. (Sudarsono, 2005: 20).
Liliopsida adalah tumbuhan yang bijinya berkeping tunggal
(atau monokotil) adalah salah
satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang secara klasik diajarkan;
kelompok yang lain adalah tumbuhan bijinya berkeping dua atau dikotil.
Ciri monokotil yang paling khas adalah bijinya tunggal karena hanya memiliki
satu daun lembaga,berakar
serabut, daun berseling, tumbuhan biji berkeping satu, tulang daun sejajar dan
berbentuk pita. Terdapat sekitar 50 ribu hingga 60 ribu jenis
yang telah dikenal terdapat 59.300 jenis.Orchidaceae
(suku anggrek-anggrekan) adalah suku
yang memiliki anggota terbesar dalam dunia tumbuhan berbunga, dengan 20 ribu
jenis.Anggota suku padi-padian (Poaceae
atau Graminae) dikenal sebagai suku dengan areal penanaman terluas di dunia
karena nilai pentingnya sebagai sumber bahan pangan.Suku-suku lainnya yang tak
kalah penting adalah suku pinang-pinangan (Arecaceae
atau Palmae), suku bawang-bawangan (Alliaceae),
suku temu-temuan (Zingiberaceae),
dan suku pisang-pisangan (Musaceae).Banyak
juga di antaranya yang dibudidayakan sebagai tanaman
hias.(Sudarsono.2005).
1. Subkelas
Commelinidae pada umumnya berupa herba, sagat jarang yang berkayu, daun
pertulangan sejajar, duduk daun tersebar atau roset akar, bunga dengan
bagian-bagian kelipatan tiga, tidak membentuk sphandiks, biasanya tanpa sphata
yang jelas, nectar, stomata, pembuluh, dan endosperm beragam, perianthum
terdifferensiasi menjadi sepal dan petal pada beberapa familia perhiasan bunga
dapat dibedakan antara kaliks dengan korolla akan tetapi pada beberapa familia
perhiasan bunga sangat tereduksi dan tidak kelipatan 3, stamen pada umumnya 3
atau 6 jarang 1, 2 atau banyak, spesies yang perianthumnya tereduksi biasanya
terjadi pada spesies yang sudah beradaptasi dengan penyerbukan angin. Tumbuhan
ini mempunyai ovarium superior, pembuluh biasanya terdapat pada organ
vegetatife. Subkelas Commmelinidae
terdiri atas 7 ordo, 16 familia dan kurang lebih 15.000 spesies.
a.
Familia Commeliniaceae merupakan familia yang habitusnya
berupa herba yang memanjat atau tegak, batang sering membengkak pada nodus,
daun tunggal, letak tersebar, mempunyai pelepah, urat daun sejajar, bunga
umumnya dalam perbungaan simosa, bunga biseksual, simetri daun actinomorf atau
zygomorf, kaliks 3 sepal, umumnya sepal, korolla 3 petal lepas, kadang-kadang
bertaji atau bersatu dibawah, stamen 6, kadang-kadang ada yang tereduksi,
menjadi staminodia, filamen sering berambut, ovarium superum, 3 karpel, 2-3
ruang, 1-beberapa ovula tiap ruang dan buah kapsula.
b.
Familia Cyperaceae merupakan familia yang secara umum berupa
terna perenial yang menyukai habitat yang lembab, bahan-bahan seperti umbi
dengan geragi yang merupakan alat perkembangbiakan vegetatif, batang segitiga,
tidak berongga, dibawah rangkaian bunga biasanya tidak bercabang, daun bangun
pita, bertulang sejajar dengan upih yang tertutup, biasanya tersusun sebagai
roset akar, bunga kecil tidak menarik, banci atau berkelamin tunggal dan
berumah satu, jarang berumah dua, tersusun dalam bulir-bulir dengan bunga yang
terdapat dalam ketiak suatu daun pelindung, hiasan bunga tereduksi menjadi
sisik-sisik, sekat atau rambut-rambut jarang mempunyai mahkota bahkan tidak
ada, benang sari 3 atau kurang dari 3 dan jarang lebih atau banyak, tangkai
sari bebas, kepala sari beruang 2, membuka dengan celah membujur, bakal buah
menumpang, biji dengan lembaga yang kecil dan endosperm bertepung yang banyak.
c.
Familia Poaceae atau Gramineae merupakan familia yang berupa
terna anual atau perenial, kadang-kadang berupa herba atau pohon yang tinggi,
batang dengan posisi yang bermacam-macam. Daun umumnya terdiri atau helaian,
upih, dan lidah-lidah, jarang antara helaian dan upih terdapat tangkai, bunga
umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal, kecil dan tidak menarik, tiap
bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada suku ini disebut “Palea
inferior“ kelopak telah berubah menjadi badan yang disebut “Palea superior“
terdiri atas 2 daun kelopak yang berlekatan, berhadapan dengan palea inferior,
mahkota terdiri atas 2 daun mahkota ( Jarang 3 ), yang telah berubah menjadi
badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan dinamakan “Iodicula“ benang
sari 1-6 jarang lebih, biasanya 3, tangkai sari halus, kepala sari beruang 2,
biasanya membuka dengan celah membuju, bunga demikian ini disebut bunga semu
“Floret“ yang terpisah–pisah atau bersama dengan floret lain, tersusun dalam 2
baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya
mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga dalam ketiaknya disebut “Gluma“ satu
floret atau lebih dengan gluma membentuk suatu bulir kecil, buah biasanya
seperti buah padi “Caryopsis“, yaitu buah dengan 1 biji yang bijinya berlekatan
dengan kulit buah, jarang berupa buah keras, biji dengan endosperm.
2. Subkelas Zingiberidae sebagian besar
berupa herba. Daun pada umumnya roset batang. Bunga dalam karangan, seringkali
ada braktea yang berwarna. Bunga ada yang biseksual dan ada juga yang uniseksualm
ada Hypogin tetapi sebagian besar Epygin. Stamen berjumlah 6 dalam dua
lingkaran, tetapi seringkali hanya 5 atau 1 stamen saja yang fungsional
sedangkan sisanya steril atau berubah menjadi Stamenodium yang petaloid.
Gynoecium tersusun dari 3 karpel, beruang 3 atau kadang-kadang beruang.
Subkelas Zingiberidae terdiri atas 2 ordo, 9 familia,dan kurang lebih 3800
spesies. Kedua ordo anggota Zingiberidae yaitu ordo Bromeliales dan ordo
Zingiberales. Kedua ordo kurang lebh mempunyai jumlah spsies yang sama akan
tetapi ordo Bromeliales hanya terdiri atas satu familia yaitu Bromeliaceae.
Ordo Zingiberales mempunyai 8 familia yaitu : Strelitziaceae, Heliconiaceae,
Musaceae, Lowiaceae, Zingiberacea, Costaceae, Cannaceae, dan Marantaceae.
Famili Streliziacecae, Marantaceae, Lowiaceae, dan Costaceae
a. Familia Bromeliaceae merupakan
tumbuhan terna jarang mempunyai batang yang kokoh kuat,
kadang-kadang mirip rumput, bunga banci karena adanya reduks, kadang-kadang
berkelamin tunggal, aktinimorf atau zigomorf, berbilangan 3 jarang berbilangan
2, mempunyai 2 lingkaran hiasan bunga yang sama, kadang-kadang hiasan bunga
dapat dibedakan dalam kelopak dan
mahkota.Benang sari dalam 2 lingkaran, jumlahnya sering berkurang, kadang-kadang
hanya terdapat satu benang sari. Bakal buah dengan bakal biji yang atrop atau
anatrop, buah dengan biji yang mempunyai endosperm bertepung.
b. Familia Musaceae merupakan kelompok
tumbuhanterna yang besar, sering dengan batang semu yang terdiri atas upih daun
yang balut membalut,dengan daun yang lebar,bangun jorong atau memanjang,ibu
tulang tebal,beralur di sisi atasnya,jelas berbeda dari tulang-tulang cabangnya
yang menyirip.Bunga banci atau berkelamin tunggal, zigomorft, tersususn dalam
sinsiunus yang terdapat dalam ketiak daun pelindung yang besar dan berwarna
menarik.
c. Heliconiaceae adalah salah satu suku
anggota tumbuhan berbunga. Merupakan tumbuhan tahunan, batang semu, tingginya
1-2.5 m. daun tersusun dalam dau baris pada sisi yang berlawanan. Bunga majemuk
dalam satu sumbu dengan bunga yang tersusun dalam dua baris pada sisi yang
berlawanan (cincinni), sumbunya berwarna kuning atau oranye. Tumbuhan
ini biasanya digunkan untuk tanaman hias dan daunnya untuk pembungkus.
d. familia Zingiberacea merupakan
kelompok tanaman herba berbatang semu, berdaun lebar dengan pelepah daun yang
membungkus batang, namun beberapa spesies diantaranya ada yang mencapai tinggi
hingga 8 meter. Semua kelompok dari tanaman ini memiliki batang yang berasal
dari rizom yang tumbuh horisontal di bawah tanah yang memiliki akar dan
daun.dengan bunga yang beruma satu.
e. Familia Cannaceae merupakan tumbuhan
terna besar-besar, perenial, dalam tanah mempunyai rimpang yang tebal seperti
umbi. Daun pada batang diatas tanah, besar, lebar, bertulang menyirip dengan
ibu tulang yang nyata, tangkai daun pada pangkal melebar menjadi upih. Bunga
banci, zigomorf atau lebih sering asimetrik, besar dengan warna cerah dan
menarik, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan atau malai. Hiasan bunga
terdiri atas kelopak dan mahkota, masing-masing berbilangan 3, daun-daun
kelopak bebas tersusun seperti genting, daun-daun mahkota berlekatan pada
pangkalnya. Buah dengan kelopak yang tidak gugur dibagian atasnya, berupa buah
kendaga yang membuka dengan rusaknya dinding yang kemudian menjadi kasap berbenjol-benjol.
Biji banyak, bulat, endosperm keras, dan lembaga kecil.
C. ALAT
DAN BAHAN
1. Alat :
a.
Buku
b. Alat tulis
2. Bahan :
a. Famili Commelinaceae : Rhoea discolor
b. Famili Cyperaceae : Cyperus rotundus (Rumput Teki)
c. Famili Poaceae : Oryza sativa (Padi) dan Zea mays (Jagung)
d. Famili Bromeliaceae : Ananas sativus (Nanas)
e. Famili Musaceae : Musa paradisiaca (Pisang Ambon)
f. Famili Heloceniaceae : Heliconia metalica (Pisang Hias)
g. Famili
Zingiberaceae : Alpinia galanga
(Lengkuas / Laos / Laja)
h. Famili
Cannaceae : Canna edulis (Ganyol)
D.
Prosedur
Kerja
1. Setiap
tumbuhan di amati habitusnya, pola percabangannya, dan bentuk penampang
melintangnya.
2. Daun
dari setiap tumbuhan di amati dalam hal filotaksis, pertulangan, bentuk serta
tepian daunnya.
3. Bunga
dari setiap spesies tumbuhan di amati dan dibandingkan komposisinya, jenis
karanagn bunganya, dan simetri bunganya.
4. Diamati
perhiasan dan alat kelamin bunga, yaitu: corolla,
calyx, perigonium, stamen dan pistilum.
5. Bagian-bagian
tumbuhan yang diamati di gambar dan hasil pengamatan di tuliskan pada lembar
pengamatan.
E.
Hasil Pengamatan
F. PEMBAHASAN
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan mengenai
kelas liliopsida pada subklasis commelinidae dan subkkelas zingiberidae, dapat
diketahui struktur morfologi dari beberapa spesies tumbuhan yang diamati.
Spesies tumbuhan yang diamati antara lain adalah : Nanas (Ananas sativus),
Teki (Cyperus rotundus), Ganyol (Canna edulis), Jagung (Zea mays), Rhoea discolor, Pisang ambon (Musa
paradisiaca), Padi (Oryza sativa), Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga) dan Heliconia metalica (Pisang Hias).
Berdasarkan hasil pengamatan, Musa
paradisiaca (Pisang) termasuk ke dalam ordo zingiberales, famili musaceae.
Berikut ini klasifikasi
berdasarkan Cronquist:
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis :
Liliopsida
Sub classis :
Zingiberidae
Ordo :
Zingiberales
Familia :
Musaceae
Genus :
Musa
Species :
Musa paradisiaca L.
Merupakan tanaman yang berhabitus herba
yakni tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit
sekali mengandung jaringan berkayu, dengan periodesitas annual, tapak dara
mempunyai sistem perakaran yang serabut. Batangnya memiliki percabangan yang
monopodial yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya
mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang
khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan segi penampang tumbuhan ini
berbentuk bulat atau silindris, dan arah tumbuh batangnya adalah tegak lurus.
Bentuk dari batangnya berbentuk bulat silinder berbuku-buku dengan permukaan
yang kasar dan berbuku-buku yang biasanya batang pada pisang terletak di dalam
tanah, sedangkan yang muncul dipermukaan bukanlah batang pisang melainkan
kumpulan dari pelepah-pelepah pisang. (Undang Dasuki. 1992)
Pisang ini memiliki daun tunggal namun
lengkap, yaitu terdiri atas helaian, upih dan tangkai daun, adapun
filotaksisnya yaitu roset akar yaitu
jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat
dekat dengan akar. Bentuk daunnya memanjang, memiliki pertulangan daun
sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat
daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan
bertemu lagi pada ujung daun., tipe daunnya entire atau rata , dengan
ujung daun berbelah atau emarginate dan pangkal daunnya berpelepah. (Undang Dasuki. 1992)

Hasil pengamatan Heliconia metalica (Pisang
hias), termasuk ke dalam ordo zingiberales famili Heliconiaceae.
Berikut ini klasifikasi
berdasarkan Cronquist:
Kingdom :
Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis :
Liliopsida
Sub classis :
Zingiberidae
Ordo :
Zingiberales
Familia :
Heliconiaceae
Genus :
Heliconia
Species :
Heliconia metalica
Tumbuhan ini berhabitus perdu yaitu tumbuhan
berkayu, tidak pernah tinggi, tidak mempunyai pokok batang utama, tetapi
mempunyai beberapa batang yang kurang lebih sama besar yang berasal dari
percabangan dekat ke tanah, dengan percabangan monopodial yaitu kuncup terminal
selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi kerusakan,
bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang khusus, misalnya pada cabang
yang pendek, dan segi penampang tumbuhan ini berbentuk bulat atau silindris
sampai berdiameter sekitar 1 meter, dengan bentuk penampang bulat. Memiliki
daun tunggal namun lengkap, yaitu terdiri atas helaian, upih dan tangkai daun,
adapun filotaksisnya yaitu roset akar yaitu
jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat
dekat dengan akar. Bentuk daunnya bulat telur lanset, memiliki
pertulangan daun sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat
daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan
bertemu lagi pada ujung daun, tipe daunnya entire atau rata, dengan
ujung daun lancip dan pangkal daunnya
tumpul berpelepah. (Undang Dasuki. 1992)
Heliconia metallica
ini memiliki bunga majemuk, dengan simetri bunga aktimorf yaitu dapat dibagi
oleh banyak bidang simetri, dengan bentuk mahkota (Corolla) angulatus
dan banyak, stamen poliadelfus bersatu dalam lebih dari dua ikatan.
Memiliki pistillum satu buah, dan distribusi seksualnya mono monoecious
bunga jantan dan bunga betina terdapat pada satu individu, pada perbungaan yang
sama atau tidak, dengan biji sebagai alat perkembangbiakannya. Memiliki
brakhtea yang berwarna orange. (Gembong Tjitrosoepomo. 2007)
Cyperus rotundus (rumput teki)
termasuk ke dalam subkelas Commeliniidae famili Cyperaceae. Berikut ini
klasifikasinya:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
SubKelas :
Commeliniidae
Ordo :
Cyperales
Famili :
Cyperaceae
Genus :
Cyperus
Spesies :
Cyperus rotundus
Tumbuhan ini berhabitus terna atau
herba, yaitu tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau hanya sedikit
sekali mengandung jaringan berkayu, dengan percabangan simpodial yaitu kuncup
terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, yang
sudah tentu setelah berbungan akan mati. Sementara itu, pertumbuhan dari
tumbuhan tersebut hanya bisa dilakukan oleh kuncup aksila, dengan percabangan
monopodial yaitu yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan
hanya mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler
yang khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan bentuk segi penampang
batangnya triangular, dapat berbentuk segitiga berwarna hijau dan licin.
(Undang Dasuki. 1992. hlm. 4 dan 14)
Memiliki macam daun tunggal, dengan
filotaksis spiral, memiliki bentuk daun pita (linearis), dengan memiliki
pertulangan daun sejajar (rectinervis) yaitu tiga atau lebih urat daun
yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan
bertemu lagi pada ujung daun. Tepi daunnya rata (entire), dengan ujung
daun lancip (kuneatus) dan pangkal daun dekuren. Memiliki bunga majemuk,
dengan karangan bunga malai yaitu bercabang beberapa kali, baik rasemosa atau
simosa. Memiliki banyak benang sari dan putik, juga memiliki pelindung bunga.
(Undang Dasuki. 1992)
Adapun manfaat dari tumbuhan ini yaitu,
pada umumnya yang digunakan sebagai bahan obat adalah bagian umbi yang telah
dibersihkan dari serabut yang melekat. Dalam keadaan segar, umbi dimemarkan dan
dibubuhkan ke dalam minuman sebagai obat busung air, kencing batu. Air rebusan
umbi umumnya digunakan sebagai pengatur haid, menyembuhkan keputihan.6) Juga
bersifat sebagai penenang, antispasmodik, melunakkan feses dan mempercepat pembekuan
darah pada luka baru.
Hasil perngamatan Curcuma domestica
ini termasuk ke dalam famili zingiberaceae.
Berikut ini klasifikasi
berdasarkan Cronquist:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis :
Liliopsida
Sub classis :
Zingiberidae
Ordo :
Zingiberales
Familia :
Zingiberaceae
Genus :
Curcuma
Species :
Curcuma domestica
Habitus
dari Curcuma domestica ini yaitu berupa terna atau herba, yaitu tumbuhan
dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit sekali
mengandung jaringan berkayu, dengan percabangan simpodial yaitu kuncup terminal
pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa perbungaan, yang sudah tentu
setelah berbungan akan mati. Sementara itu, pertumbuhan dari tumbuhan tersebut
hanya bisa dilakukan oleh kuncup aksila, dengan percabangan monopodial yaitu
yaitu kuncup terminal selalu merupakan bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi
kerusakan, bunga-bunga terdapat pada struktur aksiler yang khusus, misalnya
pada cabang yang pendek, dan segi penampang tumbuhan ini berbentuk bulat atau
silindris sampai berdiameter sekitar 1 meter, dengan bentuk penampang bulat
atau silindris dan pipih. (Undang Dasuki. 1992)
Memiliki
macam daun yang tunggal lengkap memiliki pelepah, tangkai dan daun. Dengan
filotaksis roset akar yaitu jika
batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat
dengan akar. Bentuk daun memanjang, dengan pertulangan daun sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat
daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan
bertemu lagi pada ujung daun. Tepi daunnya rata (entire), dengan ujung
daun atenuatus-akuminatus dan pangkal daunnya runcing berpelepah.
(Undang Dasuki. 1992)
Perbungaan terminal atau pada tangkai khusus, pendek
keluar dari rizoma; menyerupai spika/kapitulum, mamiliki braktea, corolla
3 korola, calyx 3, dan calix bersatu membentuk tabung. Ovarium
inferus, 3 karpel, 3 ruang. Stilus dalam celah filamen, ujung stilus antara
theca dari antheraStamen 6 (1 tereduksi, 2 staminodium, 2 labelum, 1 fertil.).
Adapun manfaat kunyit yaitu melancarkan darah dan
vital energi, menghilangkan sumbatan, meluruhkan kentut dan haid, anti radang
(anti-inflamasi), mepermudah persalinan, antibakteri, memperlancar pengeluaran
empedu (kolagogum), emerangsang semangat, mengurangi rasa lelah, antikejang,
serta antioksidan. Juga mmpunyai rasa agak pahit, sedikit pedas, berbau khas
aromatik, bersifat sejuk, dan tidak beracun. Bahan kimia yang terkandung di
dalam kunyit diantaranya caffeic acid.
Pengamatan terakhir Oryza sativa,
termasuk ke dalam subkelas Commeliniidae famili Poaceae. Berikut ini
klasifikasinya:
Kingdom : Plantae
Divisi :
Magnoliophyt
Kelas :
Liliopsida
SubKelas :
Commeliniidae
Ordo :
Poales
Famili :
Poaceae
Genus :
Oryza
Spesies :
Oryza sativa
Berdasarkan hasil pengamatan, Oryza sativa
ini berhabitus herba tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau
hanya sedikit sekali mengandung jaringan berkayu, dengan percabangan simpodial
yaitu kuncup terminal pada beberapa stadium dari siklus hidupnya membawa
perbungaan, yang sudah tentu setelah berbungan akan mati. Sementara itu,
pertumbuhan dari tumbuhan tersebut hanya bisa dilakukan oleh kuncup aksila,
dengan percabangan monopodial yaitu yaitu kuncup terminal selalu merupakan
bagian vegetatif dan hanya mati jika terjadi kerusakan, bunga-bunga terdapat
pada struktur aksiler yang khusus, misalnya pada cabang yang pendek, dan segi
penampang tumbuhan ini berbentuk bulat atau silindris sampai berdiameter
sekitar 1 meter, dengan bentuk penampang bulat atau silindris.
Memiliki macam daun yang tunggal, dengan filotaksis
roset akar yaitu jika batang pendek,
sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat dengan akar.
Bentuk daun pita, dengan pertulangan daun sejajar atau rectinervis yaitu tiga atau lebih urat
daun yang besarnya sebanding terentang kurang lebih sejajar dari dasar daun dan
bertemu lagi pada ujung daun. Tepi daunnya rata (entire), dengan ujung
daun atenuatus-akuminatus dan pangkal daunnya rata berpelepah.Memiliki
buah berbentuk bulir, dan tentunya memiliki banyak sekali manfaat. Diantaranya
yaitu sebagai bahan pokok makanan, sumber karbohidrat, dll.
Pengamatan yang selanjutunya yaitu pada nanas atau Ananas comosus Klasifikasinya
yaitu
Kingdom :
Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Bromeliales
Famili : Bromiliaceae
Genus : Ananas
Species : Ananas comosus
Morfologi nanas terdiri dari beberapa bagian. Bagian-bagian tanaman
nanas antara lain
adalah daun, batang, mahkota, tunas tangkai buah (slip),
tunas yang muncul dari ketiak daun di batang (shoot), tunas yang muncul dari
batang di bawah permukaan tanah (sucker), dan akar. Nanas merupakan
tanaman herbal yang
dapat hidup dalam berbagai musim. Tingginya
50-150 cm, terdapat
tunas merayap pada
bagian pangkalnya. Daun berkumpul pada roset akar dan pada bagian
pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang tebal, liat,
panjang 80-120 cm, lebar 2-6 cm ujung lancip menyerupai duri, tepi berduri
temple yang membengkok ke atas, sisi bawah bersisik putih berwarna hijau atau
hijau kemerahan. Bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat,
letaknya terminal dan
bertangkai panjang. Buahnya
bulat panjang, berdaging berwarna
hijau jika masak
warnanya menjadi kuning.
Buah nanas rasanya enak,
asam sampai manis.
Bijinya kecil, seringkali
tidak jadi.
Munculnya daun yang
baru rata-rata satu
dalam seminggu. Pada mulanya
pertumbuhan daun lebat,
setelah berapa lama
menjadi cepat. Pada fase pertumbuhan vegetatif, panjang daun terus meningkat
sampai mencapai maksimum
sejalan dengan bertambahnya
umur tanaman. Daun tumbuh dari
bagian batang dengan
susunan spiral, menuju keatas
dengan putaran ke kanan atau ke kiri. Lebar
daun dapat mencapai
6 cm, dan panjang
mencapai 90 cm. Daun terpanjang umumnya terletak sedikit agak ke atas
dari bagian tengah batang. Ujung daun memanjang dan runcing. Pemukaan daun
berwarna hijau tua, sampai dengan merah tua bergaris atau coklat kemerahan.
Sedangkan bagian bawah daun berwarna keperakan. Batang pendek
dan tertutup oleh
daun-daun dan akar.
Batang berbentuk gada panjang
berkisar antara 20-30
cm. Diameter batang bawah berkisar antara 2-3,5 cm,
dibagian atas antara 5,5-6,5 cm, dan dibagian puncak mengecil. Batang beruas-ruas
pendek yang terlihat
bila daun-daun dilepas. Panjang
ruas bervariasi antara
1-10 mm. Ruas yang
lebih panjang terletak di bagian tengah.
Akar nanas dapat
dibedakan menjadi akar
tanah dan akar samping,
dengan sistem perakaran
yang dangkal dan terbatas. Kedalaman perakaran
pada media tumbuh
yang baik tidak
lebih dari 50 cm,
sedangkan ditanah biasa
jarang mencapai kedalaman 30 cm. Akar tumbuh
dari buku batang,
kemudian masuk kedalam ruang antara batang dengan daun.
Bentuk akar menjadi lebih pipih dan melingkar
(membelit batang) karena
akar dalam keadaan
terjepit. Akar-akar cabang tumbuh
setelah akar adventif
dapat keluar dari ruangan antara batang dan
daun.Nanas mempunyai rangkaian
bunga majemuk pada
ujung batangnya. Bunga bersifat
hermaprodit berjumlah 100-200,
masingmasing berkedudukan di
ketiak daun pelindung.
Jumlah bunga membuka setiap
hari, berjumlah 5-10
kuntum. Pertumbuhan bunga dimulai
dari bagian dasar
menuju bagian atas
memakan waktu 10-20 hari. Waktu
dari tanam sampai bunga sekitar 6-16 bulan.Buah
nanas merupakan buah
majemuk yang terbentuk
dari gabungan 100-200 bunga.
Buah majemuk umumnya
membentuk sebuah gada besar, bulat panjang atau bulat telur, Pada tanaman
nanas dikenal tiga macam
tunas yaitu tangkai buah (slip), tunas yang muncul dari
ketiak daun di batang (shoot), dan tunas
yang muncul dari
batang di bawah
permukaan tanah (sucker). Tunas-tunas tersebut dapat digunakan
untuk perbanyakan tanaman.
Pengamatan yang keempat yaitu mengamati tumbuhan
Jagung (Zea mays). Berikut
klasifikasinya :
Divisio : Magnoliophyta
Kelas
: Liliopsida
Subkelas :
Commelinidae
Ordo
: Cyperales
Famili : Poaceae
Genus
: Zea
Species :
Zea mays
Jagung (Zea mays) merupakan tumbuhan yang memiliki habitus berupa herba
dengan pola percabangan monopodial dan
bentuk penampang silindris atau bulat. Daun jagung merupakan daun tunggal yang
latk daunnya tersebar.Daun jagung memiliki daun yang berbentu pita melebar yang
dipenuhi denga linear (garis-garis) denga pertulangan daun yang sejajar atau
parallel.Daun jagung memiliki tepi daun yang rata atau entire dengan ujung daun
yang berbentuk runcing atau akuminatus dan pangkal daun yang berbetuk tumpul
atau obtuse.Bunga jagung merupakan bunga majemuk yang karangan bunganya
rasemosa.Bunga jagung memiliki simetri bunga aktinomorf.Pada perhiasan bunga
jagung hanya terdapat perigonium karena antara mahkota bunga dan kelopak bunga
tidak dapat dibedakan.Alat kelamin bunganya berupa stamen dan
pistillum.Terdapat lemma dan palea dalam
floret yang didalam floretnya terdapat pula rambut-rambut halus. Lemma dan
palea adalah bagian tambahan yang membungkus benang sari dan putik, sehingga
berfungsi sebagai pelindung benang sari dan putik.Pada bagian pangkal dari
karangan bunga terdapat gluma. Jagung merupakan tumbuhan yang distribusi
seksnya monoceus atau berumah satu akan tetapi uniseksual. Artinya alat kelamin
jantan dan alat kelamin betinanya terpisah karena memiliki bunga masing-masing
atau tidak dalam satu bunga.Bunga jantan berfungsi sebagai benang sati dan
bunga betina berfungsi sebagai putik.
Jagung merupakan salah satu spesies
tumbuhan yang termasuk pada subkelas Commelinidae. Jagung merupakan tumbuhan
yang kaya akan lemak nabati sehingga
sering diolah untuk diambil minyaknya yang merupakan sumber asam lemak omega-6
yang bermanfaat dalam proses pertumbuhan anak, menjaga kesehatan kulit,
mencegah penyakit jantung, dan stroke. Selain mengandung serat yang pentin
untuk menurunkan kadar kolesterol jagung juga kaya akan asam folat yang
berperan menurunkan kadar homosistein dalam pembuluh darah. Homosistein
merupakan suatu jenis asam amino yang bila kadarnya meningkat dalam darah dapat
merusak pembuluh darah sehingga meningkatkan serangan jantung dan stroke.Asam
folat juga bermanfaat untuk mencegah kerusakan otak bayi saat kelahiran karena
itu pada ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi jagung. Jagung merupakan
sumber thiamin (vitamin B1) yang sangat penting bagi kesehatan sel otak dan
fungsi kognitif sebab thiamin dibutuhkan untuk membentuk acetylcholine yang
berfungsi memaksimalkan komunikasi antar sel otak dalam proses berpikir dan
konsentrasi jika kadar zat ini menurun maka akan menyebabkan pikun dan penyakit
Alzheimer. Jagung juga mengandung asam pentotenat (vitamin B5) yang berperan
dalam proses metabolisme karbohidrat, protein dan lemak untuk diubah menjadi
energi.
Pengamatan
yang selanjutnya yaitu pada tanaman Rhodiscolor,
Klasifikasinya
yaitu
Divisio
: Magnoliophyta
Kelas
: Liliopsida
Subkelas: Commelinidae
Ordo
: Commelinales
Famili
: Commelinaceae
Genus
: Rhoea
Species : Rhoea discolor
Habitatnya
Semak dengan tinggi 40-60 cm, sedangkan Batangnya yaitu Kasar, pendek, arah
tumbuh tegak lurus (erectus), warna coklat,Sifat batang basah (herbaceus),
berdasarkan panjang umurnya merupakan tumbuhan muda (annuus), bentuk batang
bulat (teres),sifat permukaan batang memperlihatkan bekas-bekas daun
Daun tunggal, bangun daun seperti pedang
(ensiformis),ujung daun runcing (acutus), pangkal daun rata (truncatus) memeluk
batang,tepi daun rata (integer), panjang daun 25-30 cm, lebar 3-6 cm,daging
daun tipis lunak (herbaceous),permukaan daun licin suram (laevis opacus),tulang
daun sejajar (rectivernis),permukaan atas daun hijau, permukaan bawah daun
merah kecoklatan Bunga : Majemuk, bentuk mangkok, tumbuh di ketiak
daun,terbungkus kelopak seperti kerang, benang sari silindris,bunga banyak,
warna putih, kepaia putikkuning, mahkota bentuk segitiga, tiga lembar,
putih.Akarnya Serabut, kecoklatan Biasa ditanam orang sebagai tanaman hias,
tumbuh subur di tanah yang lembab. Termasuk anggota suku gawar-gawaran, berasal
dari Meksiko dan Hindia Barat. Tinggi pohon 40 - 60 cm, batang kasar, pendek,
lurus, tidak bercabang. Daun lebar dan panjang, mudahpatah,warna daun di
permukaan atas: Hijau, dan di bagian bawah berwarna merah tengguli.Panjang daun
+ 30 cm, lebar 2,5 - 6 cm. Bunga berwarna putih, berbentuk bunga kerang
Pengamatan kedelapan yaitu mengamati
tanaman Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia
galanga). Berikut klasifikasinya :
Divisio : Magnoliophyta
Kelas
: Liliopsida
Subkelas: Zingiberidae
Ordo
: Zingiberales
Famili
: Zingiberaceae
Genus
: Alpinia
Species: Alpinia
galanga
Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga) merupakan tumbuhan yang
memiliki habitus berupa herba dengan pola percabangan monopodial dan segi
penampang batang bulat atau silindris.Daun Alpinia
galanga merupakan daun tunggal yang letak daunnya roset akar dengan
pertulangan daun yang menyirip. Daun Alpinia
galanga berbentuk lanset dengan tepi
daun yang rata atau entire. Ujung daun Alpinia
galanga berbentuk meruncing atau akuminatus dan pangkal daun yang bentuknya
berpelepah.Bunga lengkuas merupakan bunga majemuk dalam tandan yang bertangkai
panjang, tegak, dan berkumpul di ujung tangkai.Jumlah bunga di bagian bawah
lebih banyak daripada di bagian atas tangkai, dan berbentuk piramida memanjang.Kelopak
bunganya berbentuk lonceng, berwarna putih kehijauan.Mahkota bunganya yang
masih kuncup pada bagian ujung warnanya putih, dan bawahnya berwarna hijau.
Lengkuas / Laos / Laja (Alpinia galanga) merupakan salah satu
spesies tumbuhan yang termasuk pada subkelas zingiberidae. Lengkuas banyak
memberikan manfaat bagi kehidupan manusia,
Selain dimanfaatkan untuk bumbu
masakan ternyata lengkuas bias juga dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. Bagian dari
lengkuas yang sering dimanfaatkan adalah bagian rimpang-nya.Adapun beberapa
manfaat dari lengkuas untuk kesehatan antara lain adalah :Obat Gosok Perut,
Penyakit Kulit,
Rematik,
Sakit Kepala,
nyeri dada, dan menguatkan lambung.
G. KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pengamatan yang telah dilakukan pada spesies tumbuhan subkelas
Commelinidae dan subkelas Zingiberidae, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Musa
paradisiaca Merupakan tanaman yang berhabitus
herba yakni tumbuhan dengan batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya
sedikit sekali mengandung jaringan berkayu, dengan periodesitas annual, tapak
dara mempunyai sistem perakaran yang serabut.
2. Pisang hias memiliki daun tunggal
namun lengkap, yaitu terdiri atas helaian, upih dan tangkai daun, adapun
filotaksisnya yaitu roset akar yaitu
jika batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat
dekat dengan akar.
3. Cyperus
rotundus Memiliki
macam daun tunggal, dengan filotaksis spiral, memiliki bentuk daun pita
(linearis), dengan memiliki pertulangan daun sejajar.
4. Curcuma
domestica memiliki
macam daun yang tunggal lengkap memiliki pelepah, tangkai dan daun. Dengan
filotaksis roset akar yaitu jika
batang pendek, sehingga daun berjejal-jejal di atas tanah, roset itu amat dekat
dengan akar.
5. Berdasarkan
hasil pengamatan Oryza sativa ini berhabitus herba tumbuhan dengan
batang yang lunak tidak berkayu atau atau hanya sedikit sekali mengandung
jaringan berkayu.
6. Nanas memiliki bunga majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat,
letaknya terminal dan
bertangkai panjang. Buahnya
bulat panjang, berdaging berwarna
hijau jika masak
warnanya menjadi kuning.
7. Jagung
(Zea mays) merupakan tumbuhan yang
memiliki habitus berupa herba dengan pola percabangan monopodial dan bentuk penampang silindris atau bulat.
8. Rhoea discolor Daun tunggal, bangun
daun seperti pedang (ensiformis),ujung daun runcing (acutus), pangkal daun rata
(truncatus) memeluk batang,tepi daun rata (integer).
9. Ujung
daun Alpinia galanga berbentuk
meruncing atau akuminatus dan pangkal daun yang bentuknya berpelepah.Bunga
lengkuas merupakan bunga majemuk dalam tandan yang bertangkai panjang, tegak,
dan berkumpul di ujung tangkai
PERTANYAAN DAN JAWABAN
1.
Tuliskan ciri-ciri khusus tumbuhan yang termasuk pada
Subclassis Commenilidae dan Subclassis Zingiberidae?
JAWAB : Ciri khusus dari tumbuhan yang termasuk pada
subclassis Commelinidae pherantiumnya terdeferensiasi menjadi sepal dan petal,
dimana pada beberapa family menjadi tereduksi, dan pada subclassis Zingiberidae
mempunyai karaktersitik perianthiumnya berkembang dengan baik, dimana dengan
sepal yang biasanya berdiferensiasi menjadi petal.
2.
Jelaskan persamaan dari Cyperaceae dan Poaceae?
JAWAB : Famili Cyperaceae dan Poaceae memiliki kesamaan pada
bentuk daunnya yang garis.
3.
Apa perbedaan spikelet dan floret?
JAWAB : Perbedaan dari spiket dan floret adalah, dimana
floret bentuk pada daun yang menggaris sedangkan spiket adalah bagian dari
floret atau garis-garis daunnya.
4.
Apa persamaan Musaceae dan Heliconaceae?
JAWAB : Persamaan family Musaceae dan Heliconiaceae adalah
sama-sama mempunyai daun yang berbentuk pelepah.
5. Jelaskan kekhasan Canna indica?
JAWAB : Kekhasan dari Canna indica adalah pada bunganya yang
mempunyai warna yang menarik.
6. Tuliskan dan jelaskan spesies
tumbuhan anggota Sub kelas Zingiribidae yang berperan sebagai bumbu dapur
sekaligus obat ?
JAWAB :Lengkuas
/ Laos / Laja (Alpinia galanga)
merupakan salah satu spesies tumbuhan yang termasuk pada subkelas zingiberidae.
Lengkuas banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, Selain dimanfaatkan untuk bumbu masakan ternyata lengkuas
bias juga dimanfaatkan dalam dunia kesehatan. Bagian dari
lengkuas yang sering dimanfaatkan adalah bagian rimpang-nya.Adapun beberapa
manfaat dari lengkuas untuk kesehatan antara lain adalah :Obat Gosok Perut,
Penyakit Kulit,
Rematik,
Sakit Kepala,
nyeri dada, dan menguatkan lambung
DAFTAR
PUSTAKA
Tjitrosoepomo,
Gembong. 1985. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Dasuki
Undang. 1992. Penuntun Praktikum Sistematik Tumbuhan Tinggi. Bandung: Pusat Antar Universitas. ITB
Tjitrosoepomo,
Gembong. 2007. Taksonomi Tumbuhan
(Spermatophyta).Yogyakarta: Gajah
Mada University Press.
Anonim:http://www.scribd.com/doc/49522812/morfologi-tumbuhan-keluarga orchidaceae. Diakses pada 17 Mei 2014,
19:00
Tidak ada komentar:
Posting Komentar